Author Archives: AdminWeb

  • -

Service Honda

Category : Uncategorized

Kegiatan Service Honda AHAS di SMKN 1 BOJONEGORO berjalan dengan lancar. Siswa Siswi antusias mengikuti kegiatan tersebut, begitu pula dengan Bapak Ibu guru juga memanfaatkan kegiatan service kendaraan, dan pelayana yang diberkan oleh pihak AHAS sanagat memuaskan, sehingga dengan adanya acara ini disambut baik oleh pihak SMKN 1 BOJONEGORO karena bermanfat bagi pengendara yang menggunakan kendaraan Honda


  • -

  • -

UNBK Paket C

Category : Uncategorized

Mulai hari Jumat, 12 April 2019 hingga Senin, 16 April 2019 melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer Paket C. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 7 laboratorium SMKN 1 Bojonegoro. Semoga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan tertib dan lacar.


  • -

METODE PEMBELAJARAN DISPLAY

Category : Pendidikan

Ini merupakan cara menghidupkan suasana kelas tetap semangat. .Mereka saling bertukar ide/gagasan. .Mereka saling berkomitmen bekerja sama secara tim..mereka belajar sumber informasi tentang bagaimana mencintai tanah air dan bangsa..Mereka menciptakan sumber informasi dari barang bekas yg di manfaatkan. .mereka belajar kreatifitas..mereka bernyanyi bersama ttg lagu nasional n perjuangan bangsa indonesia pd masa lalu untuk mereka perjuangan kan saat ini dan selamanya. .inilah persembahan siswa2 klas x otkp 3 untuk kita semua. .#smkbisa

 

ARIO LAKSONO, S.Pd


  • -

Perpisahan di Sarangan Awal Tahun 2019

Category : Perpisahan

Terima kasih bapak Yudi Pramono, MM, M.Kom atas segala jasa dan perjuangan selama 10 tahun lebih beberapa bulan. Banyak kenangan manis kita lalui bersama warga SMKN 1 Bojonegoro. Meskipun banyak hambatan namun dengan semangat gotong royong kita mampu melewati hambatan tersebut dengan hasil prestasi yang membanggakan untuk SMK Negeri 1 Bojonegoro. Selamat mengemban tugas di tempat yang baru (SMK Negeri 1 Baureno) semoga bermanfaat dan berkah.

Selamat juga untuk yang telah diterima sebagai PNS diantaranya adalah:

  1. Doni Abdul Fatah, M.Kom
  2. Agus Budi, M.Pd
  3. Ansorul Hakim, M.Pdi

Semoga tidak melupakan SMKN 1 Bojonegoro dan semoga sukses selalu. Aamiin


  • -

REBUTAN KARDUS

Category : Pendidikan

Oleh :Ario Laksono, S.Pd

 

Belajar sejarah bagi siswa smk bisa di bilang menjenuhkan dan membosankan. Karakter siswa yang cenderung aktif / praktek ini kalau diberikan materi teoritis mereka akan cenderung bosan. Saya pikir inilah yang harus saya rubah cara mengajar saya agar mereka tetap semangat mempelajari mata pelajaran sejarah.

 

Waktu menunjukan pukul 07.00 tanda waktu masuk bel sekolah berbunyi, para siswa mulai melakukan persiapan untuk belajar, salah satunya doa dan menyanyikan lagu indonsia raya secara serentak. Dan mereka kompak dalam irama dan lagu. Suasana pagi yang cerah, seolah membuat suasana sekolah bersemangat menyambut terangnya pagi hari. Siswa –siswa tertib berada di kelasnya masing-masing, saya pun bergegas bersama teman seperjuangan bersemangat untuk memasuki ruang kelas .yang pada saat itu sangat khidmat menantikan jam pelajaran pertama. Masuklah saya di ruang kelas yang pada saat penuh keceriaan.

“selamat pagi anak-anak”sapa saya

Selamat pagi pak” jawab siswa serentak sambil tersenyum lebar

“bagaimana kabarnya hari ini”?

Alhamdulilllah baik pak” jawab siswa serentak.

Rupa-rupanya anak-anak mulai semangat dalam menyambut kedatangan saya .Apalagi waktu di pagi hari merupakan waktu yang sangat tepat untuk belajar bersama mereka. Antusias mereka begitu besar tatkala apa yang saya rencanakan untuk belajar hari ini penuh kesenangan. Siswa pun juga begitu, juga telah menyiapkan segala properti belajar hari ini.

“anak-anak hari tema belajar hari ini adalah tentang kerajaan islam di Indonesia ”penjelasan saya.

Seperti biasa sebelum mulai pelajaran saya akan berikan pertanyaan ringan agar mereka tetap fokus dan semangat

“kalian ada yang tau peninggalan kebudayaan apa saja yang terdapat di Indonesia?” Tanya saya

“saya tau pak, yaitu masjid ampel dan  masjid demak” .

Baik betul sekali jawaban kalian nak”

 

Saya pun memulai pelajaran dengan memberikan pengantar tentang sejarah masuknya kebudayaan islam di Indonesia sehingga mereka antusias menyimak apa yang saya jelaskan. Dengan mata mereka yang terus menatap penjelasan saya, saya pun seakan diawasi puluhan mata yang sangat tajam.

“Baik anak-anak, jadi gini setelah kita tahu latar belakang masuknya islam ke Indonesia, silahkan kalian membentuk kelompok sesuai yang telah dibagi pada pertemuan kemaren”jelas saya

“baik pak” jawab siswa

 

Mereka bergegas segera menuju ke klompoknya masing-masing.

Kebetulan pada pertemuan sebelumnya saya sudah membagi kelompok yang terdiri dari 6 orang, untuk mempelajari bab kerajaan islam di Indonesia. Kerajaan tersebut antara lain ada kerajaan samudera pasai, kerajaan demak, kerjaan banten, kerajaan gowa talo, kerajaan mataram islam dan kerajaan ternate dantidore. Bagi mereka, nama-nama tersebut hanyalah sebuah nama kerajaan yang sudah sangat asing bagi mereka. Bisa dibilang belajar sejarah masa kini penuh kejenuhan bagi mereka.

 

Metode pembelajaran yang saya angkat pada pertemuan kali ini tidaklah dengan metode ceramah, namun metode dengan memanfaatkan limbah kardus yang dijadikan media presentasi mereka. Ini merupakan barang baru bagi anak-anak karena selama ini belajar sejarah hanya mendengar cerita cerita yang membuat mereka mengantuk, terpejam dan tertidur. Kalau dengar pengalaman ini, saya ingat waktu menjadi siswa, ketika belajar sejarah. aduh mata ini terasa ngantuk dan tertidur pulas hahaha

 

Belajar pun dimulai dengan mereka

“anak-anak silakan membentuk dengan kelompoknya”

Saya lihat kerja tim mereka begitu luar biasa, ada yang bawa tongkat, kardus yang sudah diwarnai dan di bentuk sedemikian rupa.

“iya pak”jawab mereka.

Mereka begitu antusias membawa sebuah kertas dan pena kecil menuju ke kelompoknya, Langkah mereka bunyi gedebuk-gedebuk sembari diskusi kecil sebelum mereka saling mengunjungi ke masing-masing kelompok.

Mereka sudah membawa tongkat dan kardus yang telah di sulap sedemikian rupa sekaligus dihias menurut kreativitas mereka mereka. Rupa rupanya kegiatan belajar kali ini seperti pasar dengan kegiatan transaksi dengan medianya kardus.

Kardus yang mereka buat bukan kardus biasa tapi kardus yang penuh makna dan memberikan informasi. Kardus yang telah dikemas dan dihias sedemikian rupa ini akan jadi sumber informasi peserta didik. Jadi mereka akan berkunjung satu sama lain untuk memperebutkan informasi dari kardus tersebut.

Saya jelaskan bahwa metode pembelajaran ini adalah metode display .Papan display yang terbuat dari bahan dasar kardus ini merupakan suatu tempat untuk menempatkan berita atau informasi yang ingin disampaikan kepada khalayak. Dari sinilah anak-anak menampilkan informasi melalui kertasi dipotong kemudian ditempelkan di papan display tersebut.

Cara kerjanya adalah masing-masing siswa berkumpul di kelompoknya masing-masing. Di kelompok tersebut terdiri dari 6 siswa. 3 siswa berkeliling mengunjungi kelompok yang lain sedangkan 3 siswa bertugas untuk tetap di papan display tersebut, untuk menjawab pertanyaan dari anggota kelompok lain yang mengunjungi.

Berbagai pertanyaan mereka ajukan kepada kelompok lain, begitu pula sebaliknya kelompok yang berada di papan display segera menjawab pertanyaan siswa.

Ya bisa dibilang suasana kelas seperti pasar tradisional. Haha..saya sampai ketawa sendiri, mereka seperti orang jualan dan tawar menawar satu sama lain. Kegiatan ini belum pernah saya jumpai sebelumnya.

Langkah mereka begitu semangat saling tukar pikiran saling tukar informasi lewat kardus tersebut.

Seorang siswa bernama cantika ini penuh semangat bertanya latar belakang kerajaan banten.

Ada juga siswa bernama Era dengan penuh kejelian menjawab pertanyaan dari temannya

 

Waktu belajar sudah menunjukan sekitar satu jam. Beberapa kelompok sudah selesai mengerjakan tugasnya dan membuat kesimpulan atas pertanyaan dan jawabannya

 

Dari sinilah pembelajaran yang benar benar melibatkan semua siswa..tidak ada siswa yang menganggur. Mereka saling mencari tahu informasi satu sama lain. Kalau biasanya guru sebagai sumber informasi. Kini siswa juga menjadi sumber dan media informasi tentang proses kegiatan pembelajaran. Kini belajar sejarah sudah tidak lagi menjenuhkan dan tentunya lebih menyenangkan

 

Biografi penulis

Ario Laksono, S.Pd, aktif mengajar sejak 2008 di SMK PGRI 3 Bojonegoro, mulai 2014 mengajar di SMK Negeri 1 Bojonegoro. Mempunyai hobby yaitu olahraga dan membaca. Keinginan menulis sudah tersalurkan dan dimuat media majalah di smk 1 dan beberapa saya posting di media sosial.

Metode pembelajaran display dengan bahan dasar kardus

 

 

 

 


  • -

KARDUS AJAIB

Category : Pendidikan

Oleh : Ario Laksono, S.Pd

Belajar sejarah bagi siswa smk bisa dibilang menjenuhkan dan membosankan. Karakter siswa Saya pikir inilah yang saya harus saya rubah pola pikir mereka untuk tetap semangat mempelajari mata pelajaran sejarah.

Waktu menunjukan pukul 07.00 tanda waktu masuk bel sekolah berbunyi, para siswa mulai melakukan persiapan salah satunya doa dan menyanyikan lagu indonsia raya secara serentak. Kompak dalam irama dan lagu. Suasana pagi yang cerah, seolah membuat suasana sekolah bersemangat menyambut terangnya pagi hari. Siswa –siswa tertib berada di kelasnya masing-masing, saya pun bergegas bersama teman seperjuangan bersemangat untuk memasuki ruang kelas .yang pada saat itu sangat khidmat menantikan jam pelajaran pertama. Masuklah saya di ruang kelas yang pada saat penuh keceriaan.

“selamat pagi anak-anak”sapa saya

selamat pagi pak” jawab siswa serentak sambal tersenyum lebar

“bagaimana kabarnya hari ini”?

baik pak” jawab siswa.

Rupa-rupanya anak-anak mulai semangat dalam menyambut kedatangan saya..apalagi waktu di pagi hari merupakan waktu yang sangat tepat untuk belajar bersama mereka. Antusias mereka begitu besar tatkala apa yang saya rencanakan untuk belajar hari ini penuh kesenangan. Siswa pun juga begitu, juga telah menyiapkan segala property belajar hari ini.

“anak-anak hari tema pelajaran hari ini adalah tentang kerajaan islam di Indonesia” penjelasan saya.

“kalian ada yang tau peninggalan kebudayaan apa saja yang terdapat di Indonesia?” tanya saya

“saya tau pak, yaitu masjid ampel dan masjid demak” .

Baik betul sekali jawaban kalian nak”

 

Saya pun memulai pelajaran dengan memberikan pengantar tentang sejarah masuknya kebudayaan islam di Indonesia sehingga mereka antusias menyimak apa yang saya jelaskan. Dengan mata mereka yang terus menatap penjelasan saya, saya pun seakan diawasasi puluhan mata yang sangat tajam.

“Baik anak-anak, jadi gini setelah kita tahu latar belakang masuknya islam ke Indonesia, silahkan kalian membentuk kelompok sesuai yang telah bagi pada pertemuan kemaren” jelas saya

“baik pak”jawab siswa

 

Kebetulan pada pertemuan sebelumnya saya sudah membagi kelompok yang terdiri dari 6 orang, untuk mempelajari bab kerajaan islam di Indonesia. Kerajaan tersebut antara lain ada kerajaan samudera pasai, kerajaan demak, kerjaan banten, kerajaan gowa talo, kerajaan mataram islam dan kerajaan ternate dan tidore. Bagi mereka, nama-nama tersebut hanyalah sebuah nama kerajaan yang sudah sangat asing bagi mereka. Bisa dibilang belajar sejarah masa kini penuh kejenuhan bagi mereka.

 

Metode pembelajaran yang saya angkat pada pertemuan kali ini tidaklah dengan metode ceramah, namun metode dengan memanfaatkan limbah kardus yang dijadikan media presentasi mereka. Ini merupakan barang baru bagi anak-anak karena selama ini belajar sejarah hanya mendengar cerita cerita yang membuat mereka mengantuk dan terpejam dan tertidur. Kalau dengar pengalaman ini, saya ingat waktu menjadi siswa, ketika belajar sejarah..aduh mata ini terasa ngantuk dan tertidur pulas hahaha

 

Belajar pun dimulai dengan mereka

“anak-anak silakan membentuk dengan kelompoknya”

Saya lihat kerja tim mereka begitu luar biasa, ada yang bawa tongkat, kardus yang sudah diwarnai dan dibentuk sedemikian rupa.

“iya pak”jawab mereka.

Mereka begitu antusias membawa sebuah kertas dan pulpen menuju ke kelompoknya, langkah mereka bunyi gedebuk-gedebuk menuju ke kelompoknya masing-masing.

Mereka sudah membawa tongkat dan kardus yang telah di sulap sedemikian rupa sekaligus dihias menurut kesenganan mereka. rupa rupanya kegiatan belajar kali ini seperti pasar dengan kegiatan transaksi dengan medianya kardus.

Kardus yang mereka buat bukan kardus biasa tapi kardus yang penuh makna dan memberikan informasi.

Saya jelaskan bahwa metode pembelajaran ini adalah metode display. Papan display yang terbuat bahan dasar kardus  ini merupakan suatu tempat untuk menempatkan berita atau informasi yang ingin disampaikan kepada khalayak. Dari sinilah anak-anak menampilkan informasi melalui kertasi dipotong kemudian ditempelkan di papan display tersebut.

Cara kerja nya adalah masing-masing siswa berkumpul di kelompoknya masing-masing. Di kelompok tersebut terdiri dari 6 siswa. 3 siswa berkeliling mengunjungi kelompok yang lain sedangkan 3 siswa bertugas untuk tetap di papan display tersebut, untuk menjawab pertanyaan dari anggota kelompok lain yang mengunjungi.

 

Berbagai pertanyaan mereka ajukan kepada kelompok lain, begitu pula sebaliknya kelompok yang berada di papan display segera menjawab pertanyaan siswa.

Ya bisa dibilang suasana kelas  seperti pasar tradisional. Haha.. saya sampai ketawa sendiri, mereka seperti orang jualan dan tawar menawar satu sama lain. Kegiatan ini belum pernah saya jumpai sebelumnya.

 

Langkah mereka begitu semangat saling tukar pikiran saling tukar informasi

 

Dari sinilah pembelajaran yang benar benar melibatkan semua siswa..tidak ada siswa yang menganggur. Mereka saling mencari tahu informasi satu sama lain.kalau biasanya guru sebagai sumber informasi.kini siswa juga menjadi sumber dan media informasi tentang proses kegiatan pembelajaran.

 

Biografi penulis

Ario laksono, S.Pd, aktif mengajar sejak 2008 di smk pgri 3 bojonegoro, mulai 2014 mengajar di SMK Negeri 1 Bojonegoro. Mempunyai hobby yaitu olahraga dan membaca. Keinginan menulis sudah tersalurkan dan dimuat media majalah di smk1 dan beberapa saya posting di media sosial.


  • -

PENJAGA GAWANG UTAMA ITU ADALAH GURU

Category : Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu aspek dalam kemajuan Negara. Kita tahu negeri sakura Jepang pasca bom atom dijatuhkan oleh sekutu di dua kota Nagasaki dan Hiroshima, konon katanya yang ditanyakan oleh masyarkat Jepang bukan berapa jumlah kerugian yang diderita oleh Negara tersebut, namun berapa jumlah guru yang masih tersisa atau hidup. Artinya bahwa pendidikan  menjadi salah satu kunci utama  kemajuan Negara tersebut hingga saat ini. Kita tahu juga perjalanan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran pejuang pendidikan mulai Ki Hajar Dewantoro, HOS Cokromanito, KH Hasyim Ashari, KH Ahmad Dahlan sampai sang proklamator Ir. Soekarno. Bahkan ada yang menyatakan bahwa negeri kita pernah mengekspor guru ke luar negeri betapa kuatnya pendidikan saat itu. Sekarang ini mungkin persaingan kualitas pendidikan di Dunia begitu ketat, maka kita harus berlomba-lomba dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Di Negara-negara maju pendidikan menjadi andalan untuk meningkatkan sumber daya manusia untuk bersaing di kancah dunia. Seiring dengan berkembangnya zaman,dan kemajuan teknologi banyak sekali inovasi guna meningkatkan pendidikan di suatu Negara. Keberadaan teknologi dewasa ini memiliki pengaruh besar dalam kehidupan. Salah satunya adalah penggunaan internet yang makin berkembang di dunia pendidikan. Masuknya internet sudah masuk Indonesia hampir 2 dekade. Dampak yang ditimbulkan teknologi ini begitu besar dalam kehidupan manusia khususnya di Indonesia. Internet merupakan sebuah teknologi komunikasi baru yang memudahkan penggunanya dalam memperoleh informasi. Saat ini penggunanaan internet semakin pesat, mayoritas masyarakat di dunia telah menggunakan kecanggihan internet ini untuk berbagai keperluannya, mulai dari keperluan pribadi, organisasi, hingga dinas, karena penggunaan internet dinilai lebih praktis dan efisien. Dampak yang ditimbulkan dari internet kepada penggunanya juga sangat luar biasa. Sebagai insan pendidikan peran guru sangat dibutuhkan dalam kehidupan saat ini. Tugas guru tidak hanya mengajar atau memberikan ilmu saja kepada peserta didik namun lebih dari itu harus mampu mengikuti perkembangan jaman. Dampak perkembangan jaman juga akan mempenagruhi karakter dan perilaku seseorang. Mulai pengaruh budaya barat atau westernisasi bisa menimbulkan dampak yang luar biasa. Hal ini bisa kita lihat perubahan gaya hidup yang dilakukan oleh peserta didik yang cenderung meninggalkan budaya lokal. Perilaku mnenyimpang yang diakibatkan dari globalosasi ini juga banyak sekali ditemukan, oleh sebab itu peran guru harus menjadi leading sektor sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter peserta didik agar tidak terlena dalam euphoria perkembangan jaman.

Di era digital ini siswa telah memiliki akses informasi yang sangat luas, dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan. Media televisi dan surat kabar nampaknya akan menjadi prioritas kedua. Dalam dunia kehidupan, Saat ini siswa memiliki jejaring yang luas yaitu dengan memanfaatkan media internet. Hal apa saja bisa diperoleh dari media ini. Oleh sebab itu, perlu adanya kesamaan yang dilakukan oleh guru agar bisa menyeimbangkan dengan siswa. Kenapa demikian? Agar guru tidak gagap teknologi atau gaptek. Saat ini guru harus bisa melakukan yang namanya transformasi teknologi lebih cepat. Sekali lagi peran dan tugas guru tidak cukup menyampaikan materi pelajaran kepada siswa namun juga mengikuti jaman yang bisa dibilang saat ini sudah memasuki era revolusi industry 4.0.

Saat ini bisa dilihat dampak internet yang begitu besar, terutama dampak negatif. Penyebaran ujaran kebencian, penyebaran berita bohong atau hoax makin marak di negeri ini. Yang sangat memprihatinkan adalah para pelaku nya terkadang masih dibawah umur atau bisa dibilang remaja. Perilaku menyimpang atau kenakalan remaja dimulai dari penggunaan gadget. Hampir di kalangan remaja memiliki akun media sosial, parahnya sebagian besar akun media sosial tersebut digunakan untuk hal yang negatif atau perilaku menyimpang. Berbicara perilaku menyimpang atau dalam kehidupan sehari-hari sudah memasuki masa kritis. Hal ini memang tidak bisa dibiarkan. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas terkait kenakalan remaja. Perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja atau dikenal istilah kenakalan remaja.

Kenakalan merupakan suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja.

Kenakalan remaja banyak sekali kita temukan di masatrakat.mulai narkoba, minum minuman keras, seks bebas, tawuran dan lain sebagainya. Kenakalan remaja itu terjadi karena beberapa faktor, bisa disebabkan dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal) faktor ekternal yaitu Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. Kemudian selanjutnya adalah Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak.

Kalau kita dikaitkan kenakalan remaja dengan dampak negatif dari perkembangan teknolgi khususnya sangat besar. Seperti yang saya ulas tadi, kenakalan remaja (pelajar) yaitu penyebaran ujaran kebencian, penyebaran berita hoax, jual beli narkoba,  bahkan yang miris adalah seks bebas dimulai dari penggunaan gadget/handphone yang terintegral dengan media sosial. Kenapa bisa demikian? Pelajar-pelajar kehilangan sentuhan seseorang yang bisa menjadi teladan. Sekolah tidak lagi nyaman buat mereka. Mereka lebih nyaman di warung kopi dengan fasilitas wifi. Tidak ada lagi semangat belajar, tidak lagi rasa sosialisasi dengan teman. Kini mereka lebih asyik menggunakan hp/gadget untuk berteman bahkan dijadikan teman sejati.

Beberapa kasus yang dialami di kalangan pelajar kebanyakan mereka menikmati perkembangan teknologi. Teknolgi yang semestinya digunakan untuk mendukung mereka untuk giat belajar justru dibuat untuk hal-hal yang diluar perkiraan . Parahnya di kalangan anak kecil sudah dipegangi handphone. Yang mereka lihat tidak lebih yaitu games/permainan atau bahakan bisa membuka situs-situs porno. Jadi kalau masa kecil mereka gunakan demikian, apa jadinya apabila mereka sudah memasuki remaja. Bisa jadi moralitas mereka mengalami degradasi atau penurunan.

Saati ini yang sekarang lagi viral adalah kasus penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian di media socsal. Beberapa kasus ditemukan pelakunya adalah kaum remaja. Kalau kenakalan remaja ini dibiarkan maka bisa jadi generasi-genarasi muda atau remaja akan jatuh ke belakang mereka bisa canggioh menggunakan teknolgi namun karakter mereka akan menyimpang.

Sekolah merupakan tempat belajar dan menjadi wadah pendidikan. Transfer ilmu pengetahuan antara guru dan siswa berada di tempat ini. Banyak sekali sekolah ingin menunjukan eksistensinya menjadi sekolah yang unggul.menjadi sekolah unggul tidak terlepas dari peran utama seorang guru. Guru merupakan stakeholder yang berperan penting dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa, membentuk karakter siswa sekaligus menjadi motivator siswa. Mengacu pada ulasan soal/kasus diatas mengenai dampak yang ditimbulkan oleh perkembangan jaman terhadap kenakalan remaja, dari sinilah peran guru sangat dibutuhkan sebagai pengayom generasi muda agar tidak larut dengan hal-hal negatif.

Ada beberapa kriteria seorang guru, pertama guru yang “rata-rata” bisa bercerita. Guru yang “baik” bisa menjabarkan materi dengan baik. Guru yang “superior” dapat mendemonstrasikan materi dengan baik. Dan guru yang “luar biasa hebat” dapat menginspirasi murid-muridnya sehingga mereka terus berkembang dengan sendirinya. Nah, sebagai guru, kita akan memilih yang mana? Tentu sebagai guru, kita harus bisa menjadi sumber ilmu, fasilitator siswsa sekaligus pembimbing siswa.

Seiring pentingnya guru dalam dunia pendidikan, maka guru harus menjadi motor utama untuk menganalisis dampak dari perkembangan teknologi khususnya media internet. Berbgaia sumber informasi dapat diketahui dari media ini. Anak atau remaja yang tidak didampingi oleh orang tua ataupun guru akan cenderung mengaarah kea arah negative. Di sekolah guru harus bisa mengikuti perkembangan jaman. Semisal dengan belajar memanfaatkan teknologi sumber aplikasi baru di internet yang sering digunakan siswa. Bagaimana dengan guru senior yang notabene masih menggunakan teknik mengajar dan mendidik secara konservatif, tentu ini peran guru muda yang mendampingi gurun senior dalam mengimplementgasikan teknolgi gadget maupun intenet. Guru harus juga memberikan arahan kepada siswa mana informasi yang dibutuhkan oelh siswa mana yang harus ditinggalkan. Tanpa filterisasi atau penyaringan, saya yakin lambat laun kaum-kaum muda akan lebih leluasa dalam menggunakan teknolgi.

Peran guru sebagai agen perubahan dalam pendidikan guna mencetak generasi yang tangguh menghadapi tantangan globalisasi ini wajib menajadi penjaga gawang. Gawang kita adalah etika, budaya luhur, norma, nilai peradaban bangsa, karakter yang menjadi sumber pegangan hidup sekalgus agama kita. Penjaga nya adalah guru. Jangan sampai gawang kita dibobol oleh budaya barat/westernisasi yang lama kelamaan menggerus peradaban budaya bangsa. Jadi peran sentral ini menjadi milik guru.

Di sekolah guru harus memahami karakteristik siswa. Guru kalau hanya mengajar saja tanpa berperan dalam pemahaman karakter tentu akan mudah siswa terpengaruh oleh budaya luar atau westernisasi. Guru harus bisa mengarahkan siswa bagaimana menggunakan teknologi dengan baik, bila perlu didampingi. Caranya bagaimana?, yang pertama kita perlu mengadakan sosialisasi penggunaan intenet dengan bijak di sekolah. Dengan cara ini siswa akan memahami bahwa teknologi diperuntukan untuk kemajuan berpikir, kemajuan dalam bertindak sesuai kebutuhan hidup manusia. Sehingga ke depan siswa/pelajar akan lebih bias memfilter mana informasi yang tepat digunakan dan yang tidak tepat dipinggirkan. Yang kedua guru harus bisa memberikan keteladanan baik sikap, ucapan dan perbuatan yang baik. Saat ini mengapa siswa kurang beretika karena pendidikan karakter di sekolah kurang diberikan. Sekolah lebih memasukan kemampuan kognitif sehingga adab, norma dan nilai diabaikan. Ketiga guru harus menjadi orang yang dinantikan di sekolah, terkadang siswa enggan atau malas belajar di sekolah karena gurunya tidak enak kalau mengajar atau guru yang tidak mengusasai materi pemebelajaran sehingga memebuat siswa itu jenuh dalam belajar. Guru harus menjadi orang ternyaman bagi siswa, orang tua siswa dan menjadi teman siswa sehingga kita bisa tahu karakter masing-masing siswa dan mudah untuk menangkal budaya negatif yang masuk ke dalam pikiran siswa. Kalau guru bisa menjalankan peran tersebut, saya yakin siswa akan menantikannya dan sekolah akan menjadi tempat ternyaman bagi mereka. Yang keempat, guru harus memiliki karakter pemahaman soal agama, bagaimana siswa itu bisa berperilaku baik kalau gurunya jarang sholat atau beribadah, maka inilah tugas guru mengajarkan pemahaman akan kegiatan spiritual. Kelima, guru harus mempunyai jiwa nasionalisme. Dengan cara ini siswa akan tahu dan paham pentingnya mencintai tanah airnya. Keenam guru harus menumbuhkan kembali budaya budaya unggah ungguh kepada siswa yang lama kelamaan saat ini sudah mulai luntur akibat tergerus oleh perkembangan jaman.

Dari sinilah betapa pentingnya peran guru sebagai penjaga gawang yang bertugas menjaga siswa agar tidak terpengaruh oleh budaya barat yang negatif. Menjaga siswa agar terlena dengan perkembangan jaman yang semaunya tidak selalu berdampak positif. Guru yang selalu mendampingi siswa dalam belajar berinteraksi dan  belajar ilmu pengetahuan. Guru yang terus mengawal siswa nya dalam menghadapi perkembangan jaman dan membantu meraih cita-cita dan impiannya. Saya yakin ke depan kalau guru mempunyai karakter diatas tersebut diatas maka gawang-gawang kita tidak akan mudah dibobol atau tergerus oleh perkembangan jaman. Dengan demikian siswa yang terampil dalam penguasaan IT akan berimbang dengan karakter yang positif demi masa depan bangsa dan Negara.

Selamat Hari Guru Republik Indonesia yang 73. Jayalah guru teruslah mengawal generasi muda untuk meraih cita-citanya.

 

Biografi penulis

Ario Laksono, S.Pd, aktif mengajar sejak 2008 di SMK PGRI 3 Bojonegoro, mulai 2014 mengajar di SMK Negeri 1 Bojonegoro. Mempunyai hobby yaitu olahraga dan membaca. Pengagum ustad yusuf Mansur, pakar otak kanan Ippho santosa dan praktisi ekonomi / founder rumah perubahan Prof.Rhenald Kasali. Keinginan menulis sudah tersalurkan dan dimuat media majalah di smk 1 dan beberapa saya posting di media social.


  • -

Wisuda Siswa/i SMKN 1 Bojonegoro Tahun Pelajaran 2017/2018

Category : Uncategorized

Alhamdulillah.

Pada hari Sabtu, 5 Mei 2018 telah diadakan wisuda SMKN 1 Bojonegoro yang berlokasi di GOR SMAN MT Bojonegoro. Pada wisuda tersebut dihadiri oleh Seluruh Bapak/Ibu Guru dan Seluruh siswa kelas XII bersama dengan keluarganya. Dalam kegiatan wisuda tersebut terdapat 9 jurusan diantaranya Teknik Komputer dan Jaringan, Multimedia, Akomodasi Perhotelan, Jasa Boga, Busana Butik, Akuntansi, Perbankan, Adm. Perkantoran, Pemasaran.

Salam sukses untuk semua warga SMKN 1 Bojonegoro.


  • -

BSS (Bank Sampah Sigma) kurangi jumlah sampah

Category : Kebersihan

Di sekolah kami terdapat bermacam-macam jenis sampah anorganik yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan disekolah,

“Read More”

Kalender

November 2019
M T W T F S S
« Aug    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Statistik